Gubernur Helmi Hasan Buka Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Bengkulu, Harapan Baru Pendidikan Gratis bagi Anak Miskin
Bengkulu, Poroskeadilan.com. – Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk mendapatkan pendidikan berkualitas secara gratis. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang merata.
Sekolah Rakyat menerapkan sistem berasrama dengan layanan pendidikan gratis 100 persen mulai dari jenjang Sekolah Rakyat Dasar (SRD), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), hingga Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA). Pembangunan sekolah didanai melalui APBN dengan dukungan sektor swasta serta kolaborasi lintas kementerian.
Di Provinsi Bengkulu, Sekolah Rakyat berada di bawah naungan Sentra “Dharma Guna” Bengkulu, Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial RI.
Program ini telah memulai kegiatan belajar mengajar sejak 2025 melalui SRMA 6 Kota Bengkulu sebagai sekolah rintisan yang menampung 92 siswa. Mayoritas peserta didik berasal dari keluarga buruh harian lepas, petani, sopir, pedagang, dan berbagai profesi lainnya.
Selama satu tahun ajaran, proses belajar mengajar dilaksanakan di Sentra “Dharma Guna” sebagai lokasi sementara. Kini seluruh siswa telah menempati gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu yang berlokasi di Jalan Serawai, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.
Sebagai tanda dimulainya tahun ajaran baru, sekolah tersebut menggelar Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (20/7/2026), yang dibuka langsung oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.
Dalam sambutannya, Helmi Hasan menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa yang maju.
“Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi Sang Saka Merah Putih, bagi Indonesia tercinta. Untuk negara yang ingin maju harus fokus pada pendidikan. Kita hari ini menjadi saksi sejarah, api kebangkitan telah mulai dikobarkan dari Provinsi Bengkulu, Bumi Merah Putih,” ujar Helmi.
Menurutnya, kegiatan MPLS menjadi momentum penting bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, sekaligus menumbuhkan semangat belajar.
“Setiap anak bangsa harus mendapatkan hak yang sama, mendapatkan kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan berkualitas. Hari ini seolah kita berada di sekolah internasional. Maka bersungguh-sungguhlah menimba ilmu di sini,” tambahnya.
Helmi juga mengapresiasi hadirnya Sekolah Rakyat yang diharapkan mampu melahirkan generasi Bengkulu yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.
Melalui kegiatan Open House, masyarakat diberikan kesempatan melihat secara langsung berbagai fasilitas sekolah, sistem pembelajaran, hingga program pendidikan yang disiapkan bagi para siswa. Pemerintah Provinsi Bengkulu pun berkomitmen terus memperluas pemerataan akses pendidikan berkualitas melalui kolaborasi lintas sektor.
Sementara itu, Kepala Sentra “Dharma Guna” Bengkulu, Hari Setiadi, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif sekaligus membentuk karakter generasi muda.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu menerima 270 siswa yang terdiri dari jenjang SRD, SRMP, dan SRMA.
“Kami dari Kementerian Sosial berkomitmen mendukung kemajuan pendidikan di Bengkulu dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, BPS, Kementerian PU, serta berbagai pihak lainnya,” ujar Hari.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu, Yuliarma Yenni, berharap keberadaan Sekolah Rakyat mampu menekan bahkan menghapus angka putus sekolah di Bengkulu.
“Visi kami, Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 menjadi sekolah yang religius, unggul, berprestasi, dan berdaya saing global,” pungkasnya.
Editor : Doni