Pemkot Bengkulu Anggarkan Rp5,2 Miliar Bangun Tiga Jembatan di Kawasan Rawan Banjir

Pemkot Bengkulu Anggarkan Rp5,2 Miliar Bangun Tiga Jembatan di Kawasan Rawan Banjir

👤 Oleh Redaksi
🕒 Juli 21, 2026
Image : Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Noprisman.

BENGKULU, Poroskeadilan.com.  – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,2 miliar dari APBD Tahun 2026 untuk membangun tiga jembatan di kawasan yang selama ini menjadi titik rawan banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Noprisman, mengatakan pembangunan tersebut merupakan upaya pemerintah meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus mengurangi dampak banjir yang kerap menghambat mobilitas warga.

“Sebenarnya Dinas PUPR telah mengidentifikasi lokasi-lokasi tersebut sejak tahun 2023, namun saat itu masih terkendala anggaran. Alhamdulillah tahun ini bisa direalisasikan,” ujar Noprisman, Senin (20/07/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan tiga jembatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Bengkulu dan Polresta Bengkulu. Melalui Bhabinkamtibmas, kepolisian aktif menyerap aspirasi masyarakat dan menyampaikan kondisi riil di lapangan sehingga usulan pembangunan dapat ditindaklanjuti secara tepat sasaran.

Sebelum proyek dimulai, lokasi yang diusulkan telah melalui proses validasi oleh pihak kepolisian untuk memastikan kebutuhan pembangunan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Untuk lokasi yang diusulkan kini sudah kita laksanakan dan seluruh pekerjaan sudah berkontrak. Mudah-mudahan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih tiga bulan sehingga pada November mendatang sudah bisa dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.

Adapun tiga lokasi pembangunan jembatan tersebut berada di Pancur Mas, Betungan, dan Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu, yang selama ini dikenal sebagai kawasan dengan tingkat kerawanan banjir cukup tinggi.

Rincian anggaran yang dialokasikan meliputi Jembatan Betungan sekitar Rp1,4 miliar, Jembatan Pancur Mas sekitar Rp1,8 miliar, serta Jembatan Pematang Gubernur sekitar Rp2 miliar.

Noprisman mengatakan perbedaan nilai anggaran pada masing-masing proyek disebabkan oleh kebutuhan konstruksi yang berbeda. Pekerjaan pengecoran struktur jembatan tidak dapat dilakukan secara bertahap sehingga membutuhkan penanganan khusus.

Selama proses pembangunan berlangsung, Dinas PUPR Kota Bengkulu juga akan menerapkan penutupan total akses jalan di lokasi proyek. Rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif akan segera disosialisasikan kepada masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat untuk memahami kebijakan tersebut karena beton jembatan memerlukan masa perawatan hingga mencapai kekuatan maksimal sebelum aman dilalui kendaraan.

“Beton membutuhkan waktu hingga mencapai umur yang sesuai sehingga tidak bisa langsung digunakan setelah selesai dicor. Kami berharap masyarakat dapat bersabar karena pembangunan ini untuk kepentingan bersama,” pungkasnya.

Editor : Doni