Presiden Jerman Apresiasi Sambutan Prabowo, Dorong Penguatan Kemitraan Indonesia-Jerman

Presiden Jerman Apresiasi Sambutan Prabowo, Dorong Penguatan Kemitraan Indonesia-Jerman

👤 Oleh Redaksi
🕒 Juni 17, 2026
🗂️ Politik
Image: Presiden Jerman Apresiasi Sambutan Prabowo, Dorong Penguatan Kemitraan Indonesia-Jerman//

Jakarta, Poroskeadilan.com. – Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraannya ke Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Steinmeier dalam pernyataan pers bersama yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Presiden Steinmeier menegaskan pentingnya memperdalam hubungan kemitraan antara Indonesia dan Jerman yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Menurutnya, fondasi kerja sama kedua negara telah dibangun secara kuat sejak ditandatanganinya Deklarasi Jakarta pada tahun 2012.

“Hubungan Indonesia dan Jerman memiliki landasan yang kokoh dan potensi besar untuk terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kerja sama di berbagai sektor,” ujar Steinmeier.

Ia menilai kedua negara memiliki peluang besar untuk memperluas kolaborasi, baik di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, maupun isu-isu global yang menjadi perhatian bersama.

Selain membahas hubungan bilateral, Steinmeier juga menyoroti peran strategis Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, ASEAN memiliki posisi penting dalam membangun arsitektur keamanan regional yang stabil dan inklusif.

Presiden Jerman tersebut menyebut Indonesia sebagai salah satu faktor utama stabilitas di kawasan ASEAN. Ia menilai Indonesia terus menunjukkan peran yang semakin signifikan dalam menjaga perdamaian, keamanan, dan kerja sama regional.

“Indonesia merupakan faktor stabilitas yang sangat penting di ASEAN dan terus mengembangkan peran strategisnya di kawasan,” katanya.

Kunjungan kenegaraan Presiden Steinmeier ke Indonesia diharapkan semakin memperkuat hubungan bilateral kedua negara sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai bidang yang saling menguntungkan.

Editor: Dodi