Β  Β  Pemprov Bengkulu Targetkan 250 Ribu Wisatawan di Festival Tabut 2026

Pemprov Bengkulu Targetkan 250 Ribu Wisatawan di Festival Tabut 2026

πŸ‘€ Oleh Redaksi
πŸ•’ Juni 8, 2026
πŸ—‚οΈ Pemprov Bengkulu
Image : Pemprov Bengkulu menggelar rapat persiapan Festival Tabut 2026

Bengkulu, Poroskeadilan.com. Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan sekitar 250 ribu kunjungan wisatawan pada pelaksanaan Festival Tabut 2026. Target tersebut mencakup wisatawan domestik maupun mancanegara, khususnya dari kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Pemprov Bengkulu menggelar rapat persiapan Festival Tabut 2026 yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, di Ruang Pola Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (8/6/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Murlin Hanizar, unsur TNI/Polri, organisasi perangkat daerah terkait, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam rapat dibahas berbagai aspek kesiapan penyelenggaraan Festival Tabut 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 16–26 Juni 2026, mulai dari target kunjungan wisatawan, rekayasa lalu lintas, keterlibatan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif, hingga proyeksi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Selain prosesi adat Tabut, festival juga akan diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, bazar dan pameran UMKM, serta sejumlah kegiatan pendukung lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya Bengkulu kepada masyarakat luas.

Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak agar Festival Tabut 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses.

β€œSinergi seluruh pihak sangat penting agar pelaksanaan Festival Tabut tahun ini berjalan aman, tertib, dan sukses, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Herwan.

Festival Tabut merupakan tradisi budaya tahunan masyarakat Bengkulu yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Islam. Tradisi tersebut kini berkembang menjadi salah satu agenda wisata budaya unggulan di Provinsi Bengkulu.

Sejak 2018, Festival Tabut juga masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) karena dinilai memiliki nilai budaya yang kuat serta mampu memberikan multiplier effect bagi masyarakat dan daerah.

Dari sisi ekonomi, Festival Tabut 2026 diproyeksikan melibatkan sekitar 500 UMKM dan pelaku ekonomi kreatif, lebih dari 1.000 tenaga kerja, serta sekitar 3.000 pelaku seni dan budaya. Nilai transaksi ekonomi selama pelaksanaan festival diperkirakan mencapai Rp25 miliar.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap Festival Tabut 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu memperkuat citra Bengkulu sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Editor : Doni