Erna Sari Dewi Desak Kementerian PU Tangani Abrasi Pantai Muara Air Lemau

Erna Sari Dewi Desak Kementerian PU Tangani Abrasi Pantai Muara Air Lemau

👤 Oleh Redaksi
🕒 Juni 3, 2026
🗂️ Politik
Image: Erna Sari Dewi Desak Kementerian PU Tangani Abrasi Pantai Muara Air Lemau//

Jakarta, Poroskeadilan.com. – Anggota Komisi V DPR RI, Erna Sari Dewi, menyampaikan aspirasi masyarakat Bengkulu terkait kondisi abrasi yang terjadi di Pantai Muara Air Lemau, Kabupaten Bengkulu Tengah, dalam rapat kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Selasa (2/6/2026).

Dalam rapat tersebut, Erna menegaskan bahwa abrasi di kawasan Pantai Muara Air Lemau sudah berada pada kondisi mendesak dan membutuhkan penanganan segera. Ia mengaku melihat langsung dampak abrasi saat melakukan kunjungan reses ke lokasi.

“Ini abrasi yang harus segera dilakukan penanganan cepat. Ini sudah urgent sekali, Pak. Jangan kemudian dilakukan pembiaran,” kata Erna dalam rapat kerja tersebut.

Menurut Erna, persoalan abrasi di Pantai Muara Air Lemau tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena ancamannya tidak hanya terhadap infrastruktur, tetapi juga keselamatan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

Ia menjelaskan, wilayah tersebut saat ini berada dalam kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) VIII. Namun, Erna menilai rentang kendali yang terlalu jauh berpotensi memperlambat proses penanganan.

Karena itu, ia mengusulkan agar penanganan abrasi dapat dikerjakan oleh BWS VII yang dinilai lebih dekat dengan lokasi dan masuk dalam wilayah sungai Bengkulu Alas Talo, sehingga proses pengerjaan dapat dilakukan lebih cepat.

Erna menekankan bahwa kondisi abrasi di Bengkulu saat ini sudah berdampak langsung terhadap masyarakat. Sejumlah rumah warga disebut telah terdampak dan terendam air laut akibat abrasi yang terus berlangsung.

Selain itu, ia juga menyoroti keberadaan kawasan penangkaran penyu yang kini disebut telah terdampak abrasi hingga berubah menjadi area laut.

Dalam penyampaiannya, Erna membandingkan kondisi Bengkulu dengan sejumlah daerah lain yang melakukan reklamasi untuk menambah daratan. Sementara di Bengkulu, menurutnya, justru terjadi penyusutan daratan akibat abrasi yang terus menggerus wilayah pesisir.

“Kalau wilayah sudah maju, lautan dijadikan daratan melalui reklamasi. Tetapi di Bengkulu, daratan hilang. Ini ironis,” ujarnya.

Lebih lanjut, Erna meminta Kementerian Pekerjaan Umum segera mengambil langkah konkret untuk menangani abrasi di Pantai Muara Air Lemau.

Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan perlindungan jalan nasional maupun infrastruktur lainnya, tetapi juga menyangkut keselamatan warga yang berada di kawasan terdampak.

Editor: Dodi