ย  ย  Wagub Bengkulu Tegaskan PKS Wajib Ikuti Harga TBS Rp3.465 per Kilogram

Wagub Bengkulu Tegaskan PKS Wajib Ikuti Harga TBS Rp3.465 per Kilogram

๐Ÿ‘ค Oleh Redaksi
๐Ÿ•’ Mei 31, 2026
๐Ÿ—‚๏ธ Pemprov Bengkulu
Image : Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menggelar rapat bersama sejumlah pimpinan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dari lima kabupaten di Bengkulu.

Bengkulu, Poroskeadilan.com. Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, kembali menggelar rapat bersama sejumlah pimpinan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dari lima kabupaten di Bengkulu, Sabtu (30/5/2026).

Rapat yang berlangsung di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu tersebut dihadiri pimpinan PKS dari Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Kaur, Bengkulu Utara, dan Seluma.

Turut hadir dalam pertemuan itu Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajudin, Wakil Bupati Seluma Gustianto, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu R.A. Denni.

Dalam rapat tersebut, Mian menegaskan seluruh pabrik kelapa sawit harus kembali mengikuti harga Tandan Buah Segar (TBS) yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Bengkulu, yakni sebesar Rp3.465 per kilogram.

โ€œHasil rapat hari ini menyepakati bahwa harga TBS harus kembali mengikuti harga yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu,โ€ ujar Mian.

Mian juga mengingatkan perusahaan yang belum menandatangani kesepakatan penerapan harga TBS sesuai ketentuan pemerintah agar segera mematuhi hasil rapat tersebut.

Menurutnya, perusahaan yang tidak menunjukkan komitmen terhadap kesepakatan tersebut akan dilaporkan kepada Wakil Menteri Pertanian.

โ€œBagi perusahaan yang tidak hadir dan tidak menandatangani kesepakatan harga TBS, sebelumnya Pak Wamen telah meminta agar disampaikan perusahaan mana saja yang tidak berkomitmen untuk mengikuti ketentuan yang berlaku,โ€ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, mengatakan pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten akan mendorong petani sawit untuk menjalin kemitraan langsung dengan PKS.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara petani dan perusahaan sekaligus menjaga stabilitas harga TBS di tingkat petani.

Editor : Doni