Bengkulu Tengah Dikejar Target Tanam 30 Hektare untuk Swasembada

Bengkulu Tengah Dikejar Target Tanam 30 Hektare untuk Swasembada

👤 Oleh Redaksi
🕒 Mei 23, 2026
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bengkulu bersama Tim Swasembada Pangan Provinsi Bengkulu menggelar Gerakan Tanam Serentak di Kabupaten Bengkulu Tengah, Jumat (22/5/2026).

Bengkulu, Poroskeadilan.com – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bengkulu bersama Tim Swasembada Pangan Provinsi Bengkulu menggelar Gerakan Tanam Serentak di Kabupaten Bengkulu Tengah, Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan swasembada pangan nasional melalui optimalisasi lahan pertanian produktif di Bengkulu.

Gerakan tanam serentak diawali dengan arahan dari BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Asanti, yang menekankan pentingnya percepatan masa tanam untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan. Setelah itu, peserta langsung melakukan aksi tanam di lahan pertanian dan dilanjutkan temu lapang di Desa Dusun Baru, Kecamatan Karang Tinggi.

Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Bengkulu, Andi M. Idil Fitri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari target nasional seluas 50 ribu hektare. Untuk Provinsi Bengkulu ditargetkan 641 hektare, sedangkan Kabupaten Bengkulu Tengah mendapat target tanam seluas 30 hektare.

Ia juga mengapresiasi kesiapan penyuluh pertanian di Bengkulu Tengah yang dinilai aktif mendukung program percepatan tanam. Menurutnya, sinergi antara penyuluh, pemerintah daerah dan petani menjadi kunci keberhasilan program swasembada pangan.

Asisten Daerah II Kabupaten Bengkulu Tengah, Nurul Iwan Setiawan, menegaskan pentingnya pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi untuk menjaga keberlanjutan lahan sawah. Ia mengingatkan keterbatasan irigasi dapat memicu alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan sawit.

Sementara itu, Penanggung Jawab Brigade Pangan Provinsi Bengkulu, Inneke Kusumawati, meminta data luas tambah tanam (LTT) disusun lebih akurat agar sinkron dengan sistem e-Pusluh dan SKA. Ia juga menekankan pentingnya pengajuan alat dan mesin pertanian yang sesuai kebutuhan petani di lapangan.

Kepala BRMP Bengkulu, Shannora Yuliasari, menegaskan target 30 hektare di Bengkulu Tengah harus tercapai sesuai arahan Menteri Pertanian. Menurutnya, penerapan teknologi modernisasi pertanian diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hingga 10 ton per hektare.

Selain mendukung percepatan tanam, BRMP Bengkulu juga mendapat tugas tambahan melakukan verifikasi program bantuan pemerintah di sektor pertanian. Verifikasi tersebut wajib mendapat persetujuan dari kepala dinas pertanian setempat sebelum program dijalankan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah, Helmi Yuliandri, mengakui masih terdapat kendala di lapangan, terutama keterbatasan alat mesin pertanian dan belum optimalnya pasokan air irigasi. Ia meminta penyuluh segera mendata jaringan irigasi yang rusak untuk diusulkan perbaikannya ke Balai Wilayah Sungai.

Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif antara pemerintah, penyuluh dan petani untuk memperkuat koordinasi percepatan tanam dan pembangunan infrastruktur pertanian. Seluruh pihak sepakat memperkuat pendampingan teknis guna mendukung target swasembada pangan di Bengkulu.

Pewarta: Nurul

Editor: Doni

🏷️ Tag: