Pemprov Bengkulu Dorong Percepatan Operasional 1.506 Koperasi Merah Putih

Pemprov Bengkulu Dorong Percepatan Operasional 1.506 Koperasi Merah Putih

👤 Oleh Redaksi
🕒 Mei 17, 2026
🗂️ DAERAH
Kegiatan Peresmian Operasional 1.061 KDMP secara virtual yang diikuti dari KDKMP Kelurahan Padang Harapan, Kota Bengkulu, Sabtu (16/5/2026).

BENGKULU, Poroskeadilan.com –Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong percepatan pembangunan dan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari program nasional penguatan ekonomi kerakyatan. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Peresmian Operasional 1.061 KDMP secara virtual yang diikuti dari KDKMP Kelurahan Padang Harapan, Kota Bengkulu, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten III Setda Provinsi Bengkulu Bidang Administrasi Umum Nandar Munadi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu Eddyson, BINDA Bengkulu, unsur Forkopimda, jajaran Korem 041/GAMAS, serta masyarakat setempat.

Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meresmikan 1.061 KDMP di sejumlah wilayah Indonesia, dengan pusat kegiatan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Di Bengkulu, kegiatan ini menjadi momentum percepatan realisasi koperasi desa dan kelurahan yang ditargetkan mencapai 1.506 unit dari total 1.513 desa dan kelurahan.

Asisten III Setda Provinsi Bengkulu Nandar Munadi menyampaikan bahwa meskipun lebih dari 200 gedung koperasi di Bengkulu telah selesai dibangun, sebagian besar masih belum beroperasi sehingga perlu percepatan dari seluruh pihak terkait.

“Sekitar 200 lebih gedung sudah selesai dibangun, namun belum dioperasionalkan. Karena itu kita mendorong percepatan pembangunan gedung yang belum selesai serta percepatan operasional KDMP yang sudah siap,” ujar Nandar.

Kasrem 041/GAMAS Kolonel Inf Edison Sinabutar menjelaskan, dari target 1.506 koperasi di Bengkulu, sebanyak 224 gedung telah rampung secara fisik. Koperasi tersebut nantinya akan menyediakan kebutuhan pokok masyarakat seperti sembako, apotek, pupuk, kebutuhan pertanian, hingga layanan pembiayaan.

“Koperasi ini akan menjadi pusat ekonomi masyarakat desa. Produk hasil bumi masyarakat dapat langsung dipasarkan di koperasi sehingga distribusi lebih pendek dan harga lebih kompetitif,” jelasnya.

Meski demikian, Pemprov Bengkulu masih menghadapi tantangan ketersediaan lahan di sekitar 300 lokasi desa dan kelurahan. Pemerintah daerah bersama pihak terkait kini terus mencari solusi agar seluruh target pembangunan dapat terealisasi.

Dengan percepatan pembangunan dan dukungan penuh pemerintah pusat, KDMP diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Bengkulu serta membuka lapangan pekerjaan baru demi peningkatan kesejahteraan rakyat.

Penulis : Muharozi

Editor : Hari Budi