Pasokan Solar Terganggu, Nelayan Malabero Blokade Jalur Wisata dan Bakar Ban
BENGKULU, Poroskeadilan.com – Ratusan nelayan di kawasan Kelurahan Malabero, Kota Bengkulu, melakukan aksi demonstrasi dengan menutup akses jalan lintas wisata pada Jumat (8/5/2026). Massa juga membakar ban bekas sebagai bentuk protes atas terhentinya distribusi BBM solar yang biasa digunakan untuk aktivitas melaut.
Aksi tersebut dipicu oleh penahanan armada pengangkut solar milik warga oleh aparat penegak hukum. Kondisi itu membuat para nelayan kesulitan memperoleh bahan bakar sehingga banyak kapal tidak dapat beroperasi.
Salah seorang nelayan, Robet, mengatakan para nelayan merasa keberatan karena penahanan armada pengangkut BBM berdampak langsung terhadap mata pencaharian masyarakat pesisir.
“Kalau solar tidak ada, kami tidak bisa turun melaut. Ini bentuk kekecewaan kami karena kebutuhan utama nelayan jadi terhambat,” ujarnya saat aksi berlangsung.
Diketahui, seorang pengepul minyak bernama Eti Usman diamankan aparat terkait dugaan pengangkutan BBM menggunakan jerigen. Sejak kejadian itu, distribusi solar ke nelayan disebut terhenti.
Menurut para nelayan, di wilayah Malabero terdapat sekitar 80 kapal yang setiap harinya membutuhkan puluhan liter solar untuk beroperasi. Sistem pembelian BBM secara kasbon yang selama ini membantu nelayan juga ikut terganggu.
Akibat kapal tidak melaut, kerugian ekonomi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah dalam sehari. Dampaknya juga dirasakan pedagang ikan kering dan pelaku usaha di sepanjang kawasan wisata Malabero karena akses jalan ditutup total selama aksi berlangsung.
Hingga siang ini, arus lalu lintas di jalur wisata tersebut masih mengalami kemacetan. Para nelayan menyatakan akan terus menyuarakan tuntutan mereka hingga distribusi BBM kembali normal dan kebutuhan solar untuk melaut dapat terpenuhi.
Penulis : Murdani
Editor : Hari Budi
📌 Artikel Terkait
-
-
-
JMSI Bengkulu Akan Kukuhkan Pengurus Baru, Dihadiri Pengurus Pusat🗓️ April 23, 2026