ISEF 2026 Usung Semangat “Kebaikan untuk Semua”, BI Bengkulu Perkuat Ekonomi Syariah dan Wakaf Produktif

ISEF 2026 Usung Semangat “Kebaikan untuk Semua”, BI Bengkulu Perkuat Ekonomi Syariah dan Wakaf Produktif

👤 Oleh Redaksi
🕒 Oktober 23, 2026
🗂️ Ekonomi
Image : Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026.

Bengkulu, Poroskeadilan.com. — Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia melalui pengembangan industri halal, pendalaman pasar keuangan syariah, optimalisasi keuangan sosial syariah, serta transformasi digital.

 

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026 yang mengusung semangat “Kebaikan untuk Semua” dengan tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”.

 

ISEF 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dradjad Hari Wibowo, di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (14/10/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 tersebut melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal dan menghadirkan lebih dari 100 rangkaian kegiatan secara luring maupun daring.

 

Penyelenggaraan ISEF menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem rantai nilai halal, meningkatkan daya saing industri keuangan syariah, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.

 

Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya pimpinan dan anggota DPR RI, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu, anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Agusman dan Dicky Kartikoyono, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, Ketua Badan Wakaf Indonesia Kamaruddin Amin, serta Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah.

 

BI Luncurkan Tiga Program Unggulan

 

Pada momentum ISEF 2026, Bank Indonesia meluncurkan tiga program unggulan untuk memperkuat pasar keuangan syariah, meningkatkan tata kelola zakat, serta mengembangkan sumber daya manusia.

 

Pertama, Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC), yakni pedoman transaksi pasar keuangan syariah yang disusun oleh Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO), IIGMA, Bank Indonesia, dan OJK untuk memperkuat integritas serta efisiensi pasar.

 

Kedua, pembaruan Indeks Penerapan Prinsip Utama Zakat atau Zakat Core Principles (ZCP) 2.0. Program yang dikembangkan bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Bank Indonesia ini menambahkan dimensi manajemen risiko guna memperkuat tata kelola zakat.

 

Ketiga, program beasiswa internasional yang memanfaatkan dana sosial syariah untuk mendukung pendidikan mahasiswa asing, mencetak sumber daya manusia unggul, serta memperluas pengenalan ekonomi dan keuangan syariah.

 

Ketiga program tersebut menjadi bagian dari dukungan Bank Indonesia terhadap visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, sejalan dengan Asta Cita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

 

Ekonomi Syariah Berpeluang Jadi Sumber Pertumbuhan Baru

 

Dalam sambutan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto yang disampaikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo, disebutkan bahwa ekonomi syariah memiliki peluang besar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia.

 

Peluang tersebut didukung oleh proyeksi belanja masyarakat muslim global yang diperkirakan mencapai 3,56 triliun dolar AS pada 2029.

 

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, pemerintah mendorong penguatan industri halal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perluasan ekspor dan kerja sama internasional, serta pengembangan keuangan dan dana sosial syariah.

 

Langkah tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, serta memastikan manfaat ekonomi syariah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

 

Daya saing Indonesia di tingkat global juga terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia bertahan di peringkat keempat dunia.

 

Di dalam negeri, rantai nilai halal tercatat tumbuh 5,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Sementara itu, penerbitan green sukuk Indonesia sejak 2018 mencapai 7,7 miliar dolar AS di pasar global dan Rp108,9 triliun di pasar domestik hingga Juni 2026.

 

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut menjadi landasan untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional.

 

“Capaian ini menjadi fondasi, bukan garis akhir, karena masih terbuka ruang besar untuk meningkatkan pangsa pasar keuangan syariah, memperdalam pasar, dan memperluas literasi, sehingga diperlukan akselerasi melalui sinergi dan transformasi digital,” ujar Destry.

 

BI Bengkulu Perkuat Literasi Ekonomi Syariah

 

Sejalan dengan agenda nasional tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu terus mendorong penguatan literasi ekonomi dan keuangan syariah melalui edukasi, sosialisasi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah.

 

Upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian kegiatan Bengkulu Road to Festival Ekonomi Syariah (BERKAH) dan berbagai kegiatan strategis lainnya.

 

Program literasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prinsip dan manfaat ekonomi syariah, produk dan layanan keuangan syariah, serta peran keuangan sosial syariah dalam mendukung pemberdayaan ekonomi.

 

Melalui pendekatan edukasi yang inklusif, Bank Indonesia Bengkulu berupaya memperluas partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Bengkulu.

 

Selain literasi, Bank Indonesia Bengkulu juga mendorong optimalisasi keuangan sosial syariah melalui inovasi Wakaf TRENDI (Wakaf Produktif Pesantren untuk Pengendalian Inflasi).

 

Program tersebut mengoptimalkan pemanfaatan dana wakaf untuk mengembangkan unit usaha produktif di tiga pondok pesantren di Provinsi Bengkulu.

 

Ketiga program tersebut meliputi budidaya cabai di Pondok Pesantren EHQ, pengembangan hidroponik di Pondok Pesantren Abdurrahman Al-Fatih, serta peternakan ayam petelur di Pondok Pesantren Al Karim.

 

Melalui pengembangan usaha berbasis wakaf, pesantren diharapkan semakin mandiri secara ekonomi dan mampu menyediakan manfaat berkelanjutan bagi para santri maupun masyarakat sekitar.

 

Selain itu, program tersebut diharapkan berkontribusi terhadap penguatan pasokan pangan dan pengendalian inflasi daerah melalui pengembangan kegiatan usaha produktif.

 

Inisiatif Wakaf TRENDI sejalan dengan agenda ISEF 2026 yang menempatkan keuangan sosial syariah sebagai salah satu instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

ISEF Perluas Kolaborasi dan Transformasi Digital

 

ISEF 2026 turut menghadirkan berbagai agenda yang mempertemukan pelaku usaha dari hulu hingga hilir, mulai dari business matching perdagangan dan wastra, Forum Bisnis Pesantren, hingga forum nasional dan internasional mengenai industri halal, zakat, wakaf, pembiayaan haji, serta pariwisata ramah muslim.

 

Penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan sejumlah kebaruan, antara lain kolaborasi dengan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, pemanfaatan teknologi digital imersif, serta perluasan partisipasi lintas generasi dan negara.

 

Untuk mendekatkan ekonomi dan keuangan syariah kepada generasi muda, ISEF menghadirkan kompetisi Video Kreatif Ekonomi Syariah (VITRAH) dan ISEF World Island di platform Roblox.

 

Kedua inisiatif tersebut menjadi sarana pengenalan ekonomi dan keuangan syariah melalui pendekatan digital yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.

 

Rangkaian menuju ISEF 2026 sebelumnya telah dilaksanakan pada Juni hingga September melalui Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (FESyar) di tiga wilayah, yakni Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur.

 

Melalui sinergi antara kebijakan nasional, inovasi daerah, penguatan industri halal, serta optimalisasi zakat dan wakaf produktif, Indonesia diharapkan mampu memperluas manfaat ekonomi dan keuangan syariah bagi masyarakat.

 

Semangat “Kebaikan untuk Semua” dalam ISEF 2026 pun menjadi dorongan untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

Sumber : Rilis BI Bengkulu

Editor : Doni

Ketika Mesin Pencari Mengenali Gambar, Bagaimana Identitas Mahjong Ways Bisa Ditelusuri dari Jejak Visual? Mengapa Cache Browser Penting untuk Mahjong Ways 2? Mengenal Teknologi Penyimpanan Sementara dalam Game Digital Ketika Fan Art Bertemu AI Generatif, Starlight Princess Membuka Pembahasan Baru tentang Hak Cipta Ilustrasi Digital Dari Kisah Zeus hingga Budaya Pop, Gates of Olympus Menunjukkan Bagaimana Mitologi Diadaptasi ke Dunia Game Tipografi Poster Western dalam Wild Bounty Showdown, Bagaimana Bentuk Huruf Membantu Membangun Suasana Koboi? Antara Warisan Peradaban Kuno dan Fantasi Digital, Treasures of Aztec Mengajak Pembaca Mengenal Representasi Budaya Bukan Sekadar Kucing Melambai, Lucky Neko Menghubungkan Tradisi Maneki-neko dengan Perkembangan Karakter Digital Membaca Bahasa Tubuh Karakter Wild Ape, Ketika Gestur Animasi Menjadi Cara Bercerita Tanpa Banyak Kata Mahjong Ways dalam Ekosistem Konten Digital, Mengapa Hasil Pencarian Perlu Dibedakan antara Informasi dan Opini? Mode Hemat Daya pada Smartphone dan Mahjong Ways 2, Mengenal Hubungan Pengaturan Perangkat dengan Kelancaran Animasi mengapa warna emas bisa terlihat berbeda di setiap ponsel mahjong ways dan teknologi kalibrasi layar ketika informasi memenuhi layar mahjong ways 2 menjadi contoh menarik untuk memahami beban kognitif digital dari bentuk huruf hingga arah pandangan starlight princess membuka pembahasan tentang hierarki teks dalam game modern membedakan artefak sejarah dan imajinasi digital treasures of aztec dalam perspektif literasi budaya apa yang membuat adegan western terlihat sinematik wild bounty showdown dilihat dari teknik framing visual , berita sepak bola Indonesia GameCheckUp - Berita Game Online Terbaru Artikel Kartun, Mainan, dan Makanan Favorit Anak – Nostalgia Jaman Dulu! Mia Baby Kids: Tips Perawatan & Perlengkapan Bayi Sanskari Saree: Inspirasi Fashion Wanita Anggun Breakfast at Lilly's: Resep MPASI & Menu Sehat Bayi Omega Strains: Tips Kesehatan, Fitness & Gaya Hidup Sehat Let's Get Sun Dried: Review Album, Berita & Playlist Musik PlayStoreAR: Review Aplikasi & Game Mobile Terbaik Shandiz Dallas: Resep & Kuliner Timur Tengah Top10VIP: Resort Mewah & Destinasi VIP Dunia Footrotatroll: Panduan Peternakan & Pertanian Siaga Api: Tips Keselamatan Kebakaran & Rumah Aman Bell Road Beef: Resep & Panduan Daging Sapi Desa Ubud: Panduan Wisata & Budaya Ubud Bali Beranda - Foodieku Kata-Kata Galau: Quotes Sedih, Cinta & Motivasi Beranda - Makan Yuk LaneID: Build Hero, Tier List & Tips Mobile Legends Monitory: Review Monitor, PC & Gadget Terbaru Ilmu Sehat: Portal Berita & Edukasi Kesehatan Urus Duit: Berita Keuangan & Cara Membangun Kekayaan Meongguk: Tips Merawat Kucing, Anjing & Peliharaan Bengkel Paham: Panduan Rawat & Servis Motor dan Mobil IDN Kripto: Berita Kripto Terbaru & Edukasi Investasi IDN Media: Berita Terkini Indonesia & Dunia Hari Ini Fairfield Local: Independent Guide to Downtown Fairfield Retail Watch: Retail Industry News & Consumer Rights Mommy A–Z: Panduan Kehamilan, Menyusui & Parenting Minnescoota: Dunia Skuter, Vespa & Motor Listrik Loppnas: Panduan Thrifting & Barang Preloved EssayLancers: Panduan Menulis Esai & Karier Freelance Writer Cek bonus kita power Mengatur Area Aman pada Tampilan Mahjong Ways, Prinsip Desain agar Elemen Tidak Terpotong di Berbagai PerangkatDari Layar OLED hingga LCD, Mahjong Ways Menjadi Contoh Perbedaan Reproduksi Warna pada Perangkat DigitalMembedakan Ikon Aktif dan Nonaktif dalam Mahjong Ways, Pentingnya Penanda Status yang Mudah DipahamiPerbandingan Format PNG dan WebP untuk Gambar Mahjong Ways, Memahami Pengaruh Kompresi terhadap Ukuran BerkasTeknik Cel Shading dalam Ilustrasi Wild Bandito, Mengenal Penggunaan Bidang Terang dan Bayangan pada KarakterDetail Properti dalam Wild Bandito, Peran Benda Kecil untuk Memperkuat Cerita dan Suasana Dunia WesternMengenal Bahasa Komik melalui Wild Bandito, Penggunaan Garis Gerak untuk Menggambarkan Aksi KarakterPalet Warna Berdebu pada Wild Bandito, Memahami Hubungan Saturasi dengan Kesan Lingkungan KeringMemahami Prinsip Easing melalui Starlight Princess, Cara Perubahan Kecepatan Membentuk Ritme Animasi DigitalDari Kumpulan Referensi ke Moodboard, Starlight Princess Menjadi Inspirasi dalam Penyusunan Konsep Karakter Fantasi Efek Transparansi dalam Visual Starlight Princess, Mengenal Teknik Penumpukan Ornamen untuk Menciptakan Kedalaman GambarBahasa Gestur Karakter Starlight Princess, Peran Postur Tubuh dalam Mengomunikasikan Nuansa FantasiKeselamatan Pengunjung dalam Bangunan Casino, Mengenal Prinsip Perancangan Jalur Evakuasi dan Pintu DaruratPerkembangan Sistem Antrean di Fasilitas Casino Modern, Pemanfaatan Penanda Digital untuk Mengatur Layanan Pengunjung Di Balik Operasional Bangunan Casino, Mengenal Pentingnya Jalur Logistik dan Area Pelayanan TerpisahMenata Ruang Istirahat dalam Kompleks Casino, Peran Furnitur dan Material untuk Kenyamanan Pengunjung Dari Pengocokan hingga Pembagian Kartu, Baccarat Memiliki Tahapan Persiapan yang Dapat Dipelajari Secara SistematisMengubah Aturan Baccarat Menjadi Diagram Alur, Cara Visualisasi Membantu Menyederhanakan Informasi Permainan KartuMenelusuri Penyebutan Baccarat dalam Literatur Eropa, Mengenal Dokumentasi Permainan Kartu melalui Sumber SejarahIndeks Sudut pada Kartu Baccarat, Peran Tipografi dalam Membantu Pembacaan Nilai dan Jenis Kartu