Seminar Internasional Dorong Pemanfaatan Sumber Daya Lokal untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Bengkulu, Poroskeadilan.com. – Pemanfaatan sumber daya lokal menjadi salah satu kunci dalam memperkuat ketahanan pangan dan pembangunan pertanian berkelanjutan.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam International Seminar on Promoting Local Resources for Sustainable Agriculture and Development 2026 yang digelar di Hotel Santika, Selasa (06/10/2026).
Prof. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., mengatakan kegiatan seminar tersebut merupakan bagian dari agenda yang telah digagas sejak sekitar 10 tahun lalu. Kegiatan kemudian dikembangkan dan dilaksanakan secara berkala hingga kini menjadi seminar berskala internasional.
“Ini digagas 10 tahun yang lalu, kemudian dilakukan setiap dua tahun, dan sekarang menjadi seminar internasional di bidang pertanian berbasis sumber daya lokal yang ada di setiap daerah, termasuk di Bengkulu,” ujar Prof. Indra.
Menurutnya, seminar internasional tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, peneliti, pemerintah, serta mitra dari berbagai negara dalam mengembangkan sektor pertanian berbasis potensi lokal.
Sejumlah peserta dan narasumber dari luar negeri turut dilibatkan, di antaranya dari Australia, Jepang dan Taiwan. Khusus peserta dari Taiwan, sebagian hadir secara langsung di Bengkulu.
“Beberapa dosen dan tenaga kita juga melanjutkan pendidikan S3 di Taiwan. Ini bagian dari kolaborasi yang kita lakukan,” katanya.
Ia berharap kolaborasi internasional tersebut tidak berhenti pada kegiatan seminar, tetapi dapat dilanjutkan dalam bentuk penelitian bersama, publikasi ilmiah, riset, hingga kegiatan yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan.
Prof. Indra menyebut penguatan ketahanan pangan juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan negara melalui kemandirian pangan.
“Ke depan mudah-mudahan kolaborasinya dalam bentuk penelitian, publikasi, riset, dan kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan di lapangan,” ujarnya.
Ia menilai perguruan tinggi, khususnya Fakultas Pertanian, memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan. Berbagai inovasi dan penelitian terus dikembangkan untuk menghasilkan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung kebutuhan pangan masyarakat.
“Fakultas Pertanian merupakan salah satu fakultas tertua dan saat ini memiliki 16 program studi. Mudah-mudahan bisa berkontribusi untuk menciptakan ketahanan pangan dunia yang lebih baik, khususnya di Provinsi Bengkulu,” katanya.
Sejumlah hasil penelitian yang dikembangkan di lingkungan kampus antara lain melon premium, jagung, padi, anggrek dan kedelai. Penelitian juga dilakukan pada bidang kehutanan, termasuk terkait Rafflesia arnoldii.
Menurutnya, penelitian mengenai Rafflesia arnoldii bahkan telah dikembangkan melalui kolaborasi dengan Oxford University.
Ia menegaskan, pertanian harus dipahami dalam konteks yang luas. Tidak hanya mencakup tanaman pangan, tetapi juga subsektor perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan yang seluruhnya memiliki keterkaitan dalam membangun ketahanan pangan.
“Pertanian itu harus dipahami dalam konteks yang luas. Ada subsektor tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan. Semuanya menjadi bagian penting dalam ketahanan pangan,” jelasnya.
Dalam konteks Bengkulu, perguruan tinggi juga memiliki perhatian terhadap masyarakat pesisir dan wilayah kepulauan. Bengkulu memiliki pulau kecil terluar yang membutuhkan perhatian dalam penguatan ketahanan masyarakat, termasuk nelayan dan petani.
“Kita punya pulau kecil terluar. Ini juga menjadi fokus kita, bagaimana meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir, nelayan dan petani yang ada di Bengkulu,” ungkapnya.
Selain penelitian dan inovasi komoditas pertanian, perguruan tinggi juga turut mendukung program pemerintah melalui kegiatan survei dan investigasi desain untuk rencana pencetakan sawah baru.
Kegiatan tersebut dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu sebagai bagian dari persiapan pengembangan lahan pertanian. Pelaksanaannya nantinya diharapkan dapat bersinergi dengan TNI dan pemerintah daerah.
“Kita juga melakukan survei dan investigasi desain terkait cetak sawah baru. Ini dilakukan di semua daerah di 10 kabupaten dan kota, termasuk Bengkulu berkontribusi dalam melakukan survei dan investigasi desain untuk selanjutnya bekerja sama dengan TNI dan pemerintah daerah,” katanya.
Prof. Indra menambahkan, tantangan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan ke depan tidak dapat dihadapi secara sendiri-sendiri. Kolaborasi menjadi kebutuhan penting, termasuk dengan mitra internasional dan media.
“Sekarang ini kemajuan harus dicapai dengan pola kolaborasi. Tidak ada lagi orang hebat yang bekerja sendiri. Kita harus terbuka dan membuka diri untuk kolaborasi dengan semua pihak, termasuk rekan-rekan media,” ujarnya.
Ia menilai peran media sangat penting dalam menyampaikan berbagai hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi kepada masyarakat. Dengan demikian, hasil riset tidak hanya berhenti di lingkungan akademik, tetapi dapat diketahui dan dimanfaatkan masyarakat secara lebih luas.
“Yang dilakukan di kampus kalau tidak tersampaikan dengan baik, tentu membutuhkan bantuan teman-teman media,” pungkasnya.
🗓️ September 28, 2026
🗓️ September 28, 2026
🗓️ September 21, 2026