Yosia Yodan Kunjungi Kantor Pusat CHAGEE di Shanghai, Dorong Anak Muda Bengkulu Bangun Merek Lokal Berdaya Saing

Yosia Yodan Kunjungi Kantor Pusat CHAGEE di Shanghai, Dorong Anak Muda Bengkulu Bangun Merek Lokal Berdaya Saing

👤 Oleh Redaksi
🕒 September 23, 2026
🗂️ NASIONAL

SHANGHAI, Poroskeadilan.com. – Pengusaha muda asal Bengkulu, Yosia Yodan, bersama Sandiaga Uno dan Anggawira mengunjungi kantor pusat CHAGEE di Shanghai, China, dalam rangka perjalanan bisnis.

Kunjungan itu menjadi ajang mempelajari strategi perusahaan teh asal China yang berhasil berkembang menjadi merek berskala internasional.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat bagaimana CHAGEE menggabungkan budaya minum teh sebagai identitas merek dengan inovasi produk dan pemanfaatan teknologi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Sandiaga Uno menilai pertumbuhan CHAGEE menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat menjadi kekuatan bisnis jika dipadukan dengan inovasi.

> “CHAGEE tumbuh besar karena mampu menghormati tradisi lokal sekaligus berinovasi melalui teknologi,” kata Sandiaga Uno.

Menurut situs resmi perusahaan, CHAGEE didirikan oleh Junjie Zhang dan membuka gerai pertamanya di Yunnan pada 17 November 2017. Merek ini terinspirasi dari Ancient Tea and Horse Caravan Road, jalur perdagangan teh dan kuda kuno yang menjadi bagian dari sejarah pertukaran budaya di China.

Perusahaan kemudian mengembangkan minuman berbahan teh dan susu dengan pendekatan modern. Pada 17 April 2025, saham CHAGEE resmi melantai di Nasdaq dengan kode CHA.

Berdasarkan laporan kinerja kuartal II 2026 yang dirilis pada 28 Agustus 2026, jaringan CHAGEE telah mencapai 7.639 gerai hingga 30 Juni 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 6.756 gerai waralaba dan 883 gerai milik perusahaan, atau tumbuh sekitar 8,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, laporan yang sama juga mencatat nilai transaksi pada gerai yang sama (same-store GMV) turun 16,1 persen secara tahunan pada kuartal II 2026. Kondisi itu menunjukkan bahwa ekspansi jaringan tetap harus diimbangi dengan kesehatan operasional di tingkat gerai.

Yosia Yodan menilai pengalaman mempelajari perusahaan internasional seperti CHAGEE dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Bengkulu, untuk mengembangkan potensi lokal menjadi usaha yang kompetitif.

“Harapan saya, anak-anak muda Bengkulu semakin percaya diri untuk membangun usaha. Kita bisa mulai dari potensi yang dekat dengan kehidupan kita, lalu mengembangkannya dengan kualitas yang baik, pengelolaan yang tertib, dan kemauan untuk terus belajar. Berasal dari daerah bukan penghalang untuk memiliki cita-cita besar,” ujar Yosia.

Ia juga mengajak generasi muda untuk terus membuka diri terhadap pengetahuan baru, membangun jejaring, serta memperkuat tata kelola usaha agar mampu tumbuh bersama pemasok lokal dan menciptakan lapangan kerja.

Menurutnya, kunjungan ke CHAGEE menjadi pengingat bahwa membangun merek membutuhkan identitas yang kuat, kemampuan beradaptasi, dan konsistensi dalam menjaga kualitas produk maupun pelayanan.

Editor: Doni