Presiden Prabowo Resmikan Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi, Tegaskan Komitmen Perluas Akses Hunian Layak

Presiden Prabowo Resmikan Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi, Tegaskan Komitmen Perluas Akses Hunian Layak

👤 Oleh Redaksi
🕒 Juli 31, 2026
🗂️ NASIONAL
Image : Presiden Prabowo Subianto meresmikan Akad Massal 62.000 Unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Rumah Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar yang digelar secara hybrid dan dipusatkan di kawasan Puri Delta City Side Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Batang, Poroskeadilan.com.  – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Akad Massal 62.000 Unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Rumah Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar yang digelar secara hybrid dan dipusatkan di kawasan Puri Delta City Side Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Program tersebut dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya akad massal yang melibatkan puluhan ribu penerima manfaat di berbagai wilayah. Menurutnya, program ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat memiliki hunian yang layak.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras agar semakin banyak masyarakat Indonesia, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, dapat memiliki rumah sendiri.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan perumahan agar masyarakat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memiliki hunian yang layak,” ujar Presiden.

Program Akad Massal KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor perumahan nasional. Selain membantu masyarakat memiliki tempat tinggal, program tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian melalui penguatan sektor konstruksi dan industri pendukung lainnya.

Sumber: BPMI Sekretariat Presiden.

Editor : Doni