Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Fluktuatif, Warga dan Wisatawan Dilarang Dekati Kawah
Selat Sunda, Poroskeadilan.com. – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda masih berstatus Level II (Waspada) dengan karakter aktivitas vulkanik yang terus berfluktuasi. Masyarakat, nelayan, dan wisatawan diimbau tidak mendekati kawasan gunung api aktif tersebut dalam radius 2 kilometer dari kawah guna menghindari potensi bahaya.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau untuk periode 1 Juli 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, kondisi gunung terpantau jelas. Asap kawah berwarna putih, kelabu, hingga coklat terlihat keluar dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal, dengan ketinggian mencapai 10 hingga 200 meter di atas puncak.
Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah berawan. Suhu udara berkisar antara 26,6 hingga 32,2 derajat Celsius dengan kelembapan 50 hingga 81 persen. Selama periode pengamatan tidak tercatat adanya curah hujan, sementara angin bertiup dengan kecepatan sedang ke arah utara, timur laut, dan barat laut.
Dari hasil pemantauan kegempaan, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih tergolong aktif. Dalam sehari, petugas mencatat sebanyak 20 kali gempa hybrid atau fase banyak, empat kali gempa hembusan, satu kali gempa vulkanik dalam, serta satu kali gempa frekuensi rendah.
Meski status aktivitas gunung masih berada pada Level II (Waspada), masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi dari otoritas terkait. Aktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah tidak diperbolehkan karena berpotensi membahayakan keselamatan akibat kemungkinan terjadinya letusan maupun lontaran material vulkanik.
Pusat pemantauan gunung api akan terus melakukan observasi terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Editor: Doni