Buka Tutur Agrotourism Festival 2026, Gus Shobih Pacu Promosi Pertanian dan Libatkan Ojol Dongkrak Wisata Bromo
Bengkulu, Poroskeadilan.com.– Sektor pariwisata dan pertanian di dataran tinggi Kabupaten Pasuruan kembali bergeliat. Agenda tahunan Tutur Agrotourism Festival 2026 resmi dibuka di kawasan Agro Wisata Bhakti Alam, Kecamatan Tutur, Selasa (16/6/2026) pagi.
Momen strategis ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Tutur, manajemen Bhakti Alam, ratusan pelaku UMKM lokal, serta perwakilan komunitas ojek online (Gojek) wilayah Pasuruan.
Festival ini dirancang khusus sebagai wadah integrasi untuk memasarkan potensi wisata, produk usaha mikro, hingga hasil bumi andalan lereng Gunung Bromo.
Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori (Gus Shobih), yang membuka langsung jalannya festival, menyoroti tantangan klasik yang dihadapi dunia pertanian Pasuruan.
Ia mengakui, selama bertahun-tahun banyak produk pertanian kualitas super dari Pasuruan yang justru diklaim atau dipasarkan menggunakan nama daerah lain saat masuk ke pasar nasional.
Namun, Gus Shobih optimis tren tersebut mulai berbalik arah sejak kesuksesan komoditas mangga alpukat (gadung klonal 21) yang kini menjadi ikon paten Kabupaten Pasuruan.
”Sekarang sudah mulai tampak bahwa Kabupaten Pasuruan ini merupakan salah satu penghasil mangga utama di Indonesia. Bahkan pejabat-pejabat di Jakarta saja kalau komunikasi dengan kami sering bertanya, ‘Mangga alpukatnya sudah musim belum?’ Ini bukti bahwa branding daerah kita mulai kuat,” ungkap Gus Shobih di hadapan para petani dan undangan.
Tidak hanya berbicara soal profit ekonomi dan perputaran omset pertanian, Gus Shobih menekankan pentingnya festival ini sebagai tameng kebudayaan. Ia prihatin melihat generasi digital saat ini yang sudah asing dengan permainan tradisional sarat kebersamaan seperti bakiak, bentengan, dan egrang.
”Budaya ini adalah hasil pemikiran dan perilaku yang kita wariskan dari generasi ke generasi. Kami berharap lewat festival ini, budaya-budaya yang ada di daerah kita tidak sampai hilang atau tergerus zaman,” tegas Wakil Bupati.
Langkah inovatif diambil Pemkab Pasuruan dalam festival kali ini dengan merangkul komunitas Gojek lokal. Kecamatan Tutur (Nongkojati) merupakan jalur alternatif strategis sekaligus berpanorama indah bagi wisatawan yang hendak menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Para mitra pengemudi diajak bertransformasi menjadi “duta wisata berjalan”. Melalui interaksi langsung maupun pemanfaatan jaringan digital, mereka diharapkan aktif mengedukasi wisatawan mengenai keberadaan destinasi agro, rest area, hingga sentra UMKM yang tersebar di sepanjang jalur Tutur.
Pilar Utama Festival
Target & Implementasi Lapangan
Sektor Pertanian
Penguatan pasar buah lokal (Mangga Alpukat, Durian, Kopi, Apel).
Sektor Pariwisata
Optimalisasi Tutur/Nongkojati sebagai pintu gerbang utama wisata Bromo.
Sektor Kebudayaan
Edukasi dan aktivasi permainan tradisional untuk anak-anak sekolah.
Sektor Ekonomi Digital
Kolaborasi dengan komunitas ride-hailing untuk promosi wisata kuliner.
Usai memberikan sambutan, Wakil Bupati didampingi panitia menyempatkan diri mengitari seluruh stand UMKM penunjang. Ia berdialog langsung dengan para perajin olahan makanan dan petani holtikultura guna menyerap aspirasi terkait kendala permodalan serta perluasan pasar luar daerah.
Editor: Dodi