Jelang Festival Tabut 2026, PKL Musiman di Kawasan Sport Center Pantai Panjang Akan Ditertibkan
Bengkulu, Poroskeadilan.com. – Pemerintah Kota Bengkulu akan melakukan penertiban terhadap para pedagang kaki lima (PKL) musiman yang berjualan di sepanjang kawasan Sport Center Pantai Panjang.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan Festival Tabut 2026 yang diperkirakan akan dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
Keberadaan lapak-lapak PKL yang memanfaatkan bahu jalan dan area sekitar Sport Center dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Selain itu, sejumlah pedagang diketahui menempati lokasi yang telah ditetapkan sebagai area parkir resmi bagi pengunjung festival.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran arus kendaraan serta kenyamanan masyarakat yang akan menghadiri rangkaian kegiatan Festival Tabut 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, mengatakan bahwa penertiban yang dilakukan bukan bertujuan untuk melarang masyarakat mencari nafkah.
Sebaliknya, pemerintah ingin melakukan penataan agar aktivitas perdagangan tetap berjalan dengan tertib tanpa mengganggu kepentingan umum.
“Penertiban ini bukan untuk melarang pedagang berjualan atau menutup usaha mereka. Kami hanya melakukan penataan agar lokasi berjualan lebih rapi, tertib, dan tidak mengganggu akses maupun fasilitas yang telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Festival Tabut,” ujar Nina.
Menurutnya, kawasan Sport Center Pantai Panjang akan menjadi salah satu pusat kegiatan dan titik konsentrasi pengunjung selama Festival Tabut berlangsung.
Karena itu, diperlukan pengaturan yang baik terhadap area parkir, lalu lintas, dan lokasi usaha agar kegiatan dapat berjalan lancar.
Pemerintah Kota Bengkulu juga berencana menyiapkan lokasi alternatif bagi para pedagang sehingga mereka tetap dapat berjualan tanpa mengganggu fungsi fasilitas umum yang telah ditentukan.
Dengan adanya penataan tersebut, diharapkan pelaksanaan Festival Tabut 2026 dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman, baik bagi masyarakat, wisatawan, maupun para pelaku usaha yang turut meramaikan agenda budaya tahunan kebanggaan Bengkulu tersebut.
Editor: Dodi