Tongkang Star Marine 3301 Terdampar di Pantai Gunung Kayo, Evakuasi Tunggu Cuaca Membaik

Tongkang Star Marine 3301 Terdampar di Pantai Gunung Kayo, Evakuasi Tunggu Cuaca Membaik

👤 Oleh Redaksi
🕒 Juni 10, 2026
Image : Tongkang Star Marine 3301 Terdampar di Pantai Gunung Kayo

Bengkulu Selatan, Poroskeadilan.com. Upaya evakuasi tongkang Star Marine 3301 yang terdampar di kawasan Pantai Desa Gunung Kayo, Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan, terus dipersiapkan oleh tim gabungan.

Sejak menerima laporan kapal terdampar pada Senin (8/6/2026), tim gabungan yang terdiri dari BPBD Bengkulu Selatan, TNI, Polri, TNI AL, pemerintah desa, serta masyarakat langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Pada Selasa (9/6/2026), pihak terkait mulai menyusun skema evakuasi tongkang yang diketahui berlayar dari Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat menuju Lampung Selatan dalam kondisi tanpa muatan.

Kasat Polairud Polres Bengkulu Selatan, IPTU Agus Susanto, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait penanganan kapal tersebut. Pihak agen pemilik kapal juga telah berada di lokasi.

“Untuk pemilik kapal sudah diketahui dan pihak agen juga sudah berada di lokasi. Saat ini koordinasi terus dilakukan untuk proses evakuasi,” ujar Agus.

Menurutnya, kru yang akan menangani proses evakuasi juga telah tiba di Bengkulu Selatan. Jika kondisi cuaca memungkinkan, proses penarikan kapal direncanakan dilakukan pada Rabu (10/6/2026).

“Rencana evakuasi akan dilaksanakan besok. Namun semuanya tetap melihat kondisi cuaca dan gelombang laut di lokasi,” tambahnya.

Keberadaan tongkang di bibir pantai menarik perhatian masyarakat. Banyak warga berdatangan untuk melihat langsung dan mengabadikan momen melalui foto maupun video.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, personel Polairud bersama pemerintah desa dan pihak terkait melakukan pengawasan di sekitar lokasi.

Kepala Desa Gunung Kayo, Reskan Hamdani, mengimbau masyarakat agar tidak mendekati ataupun menaiki tongkang karena berpotensi membahayakan keselamatan.

“Kami bersama pihak terkait terus melakukan pengawasan. Banyak warga datang melihat kapal ini, tetapi kami mengingatkan agar tidak terlalu dekat dan tidak naik ke atas kapal karena berisiko jatuh atau mengalami kecelakaan,” kata Reskan.

Ia menjelaskan, informasi mengenai kapal terdampar pertama kali diterimanya sekitar pukul 11.00 WIB pada Senin (8/6/2026). Setelah menerima laporan tersebut, dirinya langsung menuju lokasi bersama tim BPBD, Polairud, Babinsa, dan TNI AL untuk memastikan kondisi di lapangan.

Sementara itu, Nurwin selaku Kualifikasi I Tim Officer Tongkang Star Marine 3301 menyebut proses evakuasi sangat bergantung pada kondisi cuaca. Saat ini gelombang laut masih cukup tinggi disertai angin kencang sehingga diperlukan perhitungan matang sebelum dilakukan penarikan kapal.

“Evakuasi bisa dilakukan apabila cuaca mendukung. Saat ini gelombang masih cukup tinggi dan angin juga cukup kencang. Kami akan dibantu TNI AL, Polairud, serta masyarakat sekitar dalam proses evakuasi,” jelas Nurwin.

Ia menambahkan, tongkang tersebut berangkat dari Teluk Bayur menuju Lampung dalam kondisi kosong. Setelah tiba di Lampung, kapal rencananya akan memuat beras untuk pengiriman berikutnya.

Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan.

Hingga Selasa sore, tongkang masih berada di lokasi terdampar sementara seluruh pihak terkait terus melakukan koordinasi guna mempercepat proses evakuasi.

Editor : Doni