BPBD Bengkulu Selatan Siapkan Perbaikan Jembatan Desa Sukarami yang Terdampak Banjir
ย ย
Bengkulu Selatan, Poroskeadilan.com. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menyiapkan langkah perbaikan terhadap jembatan di Desa Sukarami yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Air Nipis.
Kerusakan pada bagian abutmen atau penyangga jembatan menjadi perhatian serius karena berpotensi mengancam keamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Kondisi tersebut terjadi setelah derasnya arus sungai menggerus bagian bawah abutmen jembatan. Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan akan semakin parah dan dapat memengaruhi kekuatan konstruksi jembatan yang menjadi akses penting bagi masyarakat setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkulu Selatan, Nusadian Esa Putra, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna mengevaluasi tingkat kerusakan dan menghitung kebutuhan penanganan.
โKami bersama PUPR sudah turun ke lapangan dan menghitung kebutuhan. Di lokasi tersebut abutmennya memang sudah tergerus. Ini sangat mengkhawatirkan karena jika aliran air terus menghantam, dikhawatirkan konstruksi jembatan bisa roboh,โ ujar Nusadian.
Menurutnya, langkah penanganan segera perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih besar sekaligus memastikan akses transportasi masyarakat tetap aman digunakan.
Pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan upaya teknis penanganan agar kondisi jembatan dapat segera diperbaiki dan tidak membahayakan warga yang melintas.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi jembatan, terutama ketika debit air Sungai Air Nipis meningkat akibat curah hujan tinggi.
BENGKULU SELATAN โ Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menyiapkan langkah perbaikan terhadap jembatan di Desa Sukarami yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Air Nipis.
Kerusakan pada bagian abutmen atau penyangga jembatan menjadi perhatian serius karena berpotensi mengancam keamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Kondisi tersebut terjadi setelah derasnya arus sungai menggerus bagian bawah abutmen jembatan. Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan akan semakin parah dan dapat memengaruhi kekuatan konstruksi jembatan yang menjadi akses penting bagi masyarakat setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkulu Selatan, Nusadian Esa Putra, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna mengevaluasi tingkat kerusakan dan menghitung kebutuhan penanganan.
โKami bersama PUPR sudah turun ke lapangan dan menghitung kebutuhan. Di lokasi tersebut abutmennya memang sudah tergerus. Ini sangat mengkhawatirkan karena jika aliran air terus menghantam, dikhawatirkan konstruksi jembatan bisa roboh,โ ujar Nusadian.
Menurutnya, langkah penanganan segera perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih besar sekaligus memastikan akses transportasi masyarakat tetap aman digunakan.
Pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan upaya teknis penanganan agar kondisi jembatan dapat segera diperbaiki dan tidak membahayakan warga yang melintas.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi jembatan, terutama ketika debit air Sungai Air Nipis meningkat akibat curah hujan tinggi.
Editor : Doni
๐๏ธ Juni 9, 2026
๐๏ธ Juni 9, 2026