Studi Ungkap Aktivitas Scuba Diving Bisa Merusak Terumbu Karang

Studi Ungkap Aktivitas Scuba Diving Bisa Merusak Terumbu Karang

👤 Oleh Redaksi
🕒 Mei 31, 2026
🗂️ Wisata
Image : Studi Ungkap Aktivitas Scuba Diving Bisa Merusak Terumbu Karang

Jakarta, Poroskeadilan.com. Studi yang dilakukan Universitas Sydney mengungkap bahwa wisata selam atau scuba diving yang selama ini dipromosikan sebagai aktivitas ramah lingkungan ternyata berpotensi menyebabkan kerusakan pada ekosistem terumbu karang.

Penelitian yang dipimpin Dr. Bing Lin dari Pusat Penelitian Laut Universitas Sydney itu mengamati perilaku lebih dari 700 penyelam di sejumlah lokasi wisata populer di Filipina dan Indonesia.

Melansir Phys, Selasa (26/5/2026), para peneliti melakukan lebih dari 300 jam pengamatan bawah laut dan menemukan sebanyak 4.981 kejadian penyelam menyentuh atau menabrak karang dari total 411 penyelam yang diamati secara langsung.

Hasil penelitian menunjukkan sekitar 41 persen dari insiden senggolan tersebut menyebabkan kerusakan nyata pada terumbu karang.

Kerusakan yang ditimbulkan mulai dari patahnya struktur karang hingga munculnya tumpukan pasir yang dapat menutupi dan mematikan organisme hidup di kawasan terumbu karang.

Dalam studi itu juga disebutkan rata-rata seorang penyelam menyentuh karang sebanyak 0,26 kali per menit atau sekitar satu kali setiap empat menit selama aktivitas menyelam berlangsung.

Selain itu, para penyelam tercatat menghabiskan hampir dua detik setiap menitnya dengan kontak langsung terhadap karang.

Penelitian ini menjadi pengingat bahwa aktivitas wisata bawah laut tetap memerlukan pengawasan dan edukasi yang baik agar tidak berdampak buruk terhadap kelestarian ekosistem laut yang rapuh.

Para peneliti pun mendorong peningkatan pelatihan bagi penyelam serta penerapan aturan wisata bahari yang lebih ketat untuk meminimalkan kerusakan terumbu karang di kawasan wisata laut.

Editor : Doni