Meski Ekonomi Efisien, Semangat Kurban Warga LDII Bengkulu Tak Surut
Bengkulu, poroskeadilan.com – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Bengkulu untuk memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial. Tahun ini, warga LDII Bengkulu berhasil menghimpun dan menyembelih sebanyak 386 hewan kurban yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.
Jumlah tersebut terdiri dari 1 ekor kerbau, 232 ekor sapi, dan 153 ekor kambing. Meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 429 ekor, semangat berkurban warga LDII tetap tinggi.
Ketua Umum DPW LDII Provinsi Bengkulu, Dr. H. Meri Sasdi Jantan, M.Pd, mengatakan ibadah kurban bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga wujud rasa syukur dan sarana berbagi kepada sesama.
“Allah telah menjanjikan tambahan nikmat dan keberkahan bagi hamba-Nya yang selalu bersyukur. Karena itu, sebagai umat muslim kita harus meyakini dan menjalankan perintah tersebut,” ujar Meri Sasdi saat makan siang bersama warga, insan pers, dan LSM, Rabu siang (27/5/2026).
Ia menjelaskan, seluruh hewan kurban berasal dari hasil tabungan warga LDII selama satu tahun penuh. Menurutnya, kebiasaan tersebut telah menjadi bagian dari pendidikan karakter sekaligus bentuk nyata semangat gotong royong di lingkungan LDII.
“Warga sudah terbiasa menabung untuk membeli hewan kurban. Ini bukan sekadar ibadah tahunan, tetapi juga pendidikan karakter agar masyarakat memiliki semangat berbagi dan kebersamaan,” jelasnya.
Daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat di sekitar lingkungan LDII tanpa membedakan latar belakang penerima. Bahkan, pembagian dilakukan baik kepada warga yang meminta maupun yang tidak meminta, sesuai tuntunan dalam hadis.
“Kami menyalurkan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial dan ajaran untuk saling berbagi,” tambahnya.
Di tengah kondisi ekonomi yang saat ini menuntut banyak pihak melakukan efisiensi, Meri Sasdi menilai tingginya partisipasi warga dalam berkurban menjadi bukti bahwa nilai keikhlasan dan solidaritas sosial masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat.
Selain membahas pelaksanaan kurban, Meri Sasdi juga menegaskan bahwa LDII merupakan organisasi kemasyarakatan Islam yang legal dan terbuka bagi seluruh masyarakat. Ia menyebut LDII terus mengedepankan dakwah yang sejuk, santun, dan berpedoman pada Al-Quran serta hadis.
“LDII hadir sebagai bagian dari ormas Islam yang ikut membangun bangsa melalui dakwah yang sejuk, bersahabat, dan mengajarkan tuntunan Rasulullah SAW,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Meri Sasdi turut mengapresiasi peran media dan LSM yang selama ini menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah. Ia menilai media dan LSM memiliki peran penting sebagai kontrol sosial sekaligus jembatan informasi bagi masyarakat.
“Kami sangat menghargai insan pers dan LSM karena mereka bagian penting dalam membangun bangsa. Silaturahmi dan diskusi seperti ini harus terus dijaga,” pungkasnya.
Penulis: Murdani
Editor: Hari Budi