ย  ย  Tips Merebus Telur Puyuh agar Matang Sempurna dan Tidak Pecah

Tips Merebus Telur Puyuh agar Matang Sempurna dan Tidak Pecah

๐Ÿ‘ค Oleh Redaksi
๐Ÿ•’ Mei 21, 2026
๐Ÿ—‚๏ธ Kota Bengkulu
Image: Telur Puyuh ?sumber google

Bengkulu, Poroskeadilan.com.- Telur puyuh menjadi salah satu bahan makanan favorit masyarakat karena ukurannya yang kecil, rasanya gurih, dan kaya akan protein serta nutrisi. Selain praktis diolah menjadi berbagai menu masakan, telur puyuh juga cocok dijadikan camilan maupun pelengkap hidangan.

Namun, merebus telur puyuh agar matang sempurna ternyata membutuhkan teknik tersendiri. Jika kurang tepat, cangkang telur bisa pecah atau tingkat kematangannya tidak sesuai keinginan.

Berikut beberapa tips merebus Telur Puyuh agar hasilnya lebih maksimal.

Pilih Telur yang Segar

Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih telur puyuh yang masih segar. Telur yang baik biasanya memiliki cangkang bersih, tidak retak, dan tidak mengeluarkan bau menyengat.

Cuci Sebelum Direbus

Sebelum dimasukkan ke dalam panci, telur puyuh sebaiknya dicuci menggunakan air bersih untuk menghilangkan kotoran maupun bakteri yang menempel pada cangkang.

Gunakan Air Dingin

Masukkan telur ke dalam panci, lalu tambahkan air dingin hingga seluruh bagian telur terendam. Cara ini membantu proses pematangan berlangsung lebih merata.

Tambahkan Garam atau Cuka

Menambahkan sedikit garam atau cuka ke dalam air rebusan dipercaya dapat membantu mencegah cangkang telur pecah selama proses perebusan.

Perhatikan Waktu Perebusan

Waktu perebusan menjadi faktor penting untuk mendapatkan tingkat kematangan yang sesuai.

Untuk telur setengah matang, rebus selama 4 hingga 5 menit setelah air mendidih. Pada kondisi ini, kuning telur masih lembut dan sedikit cair.

Untuk telur matang sempurna, rebus selama 7 hingga 8 menit hingga bagian kuning telur padat dan teksturnya lebih kenyal.

Setelah matang, telur puyuh disarankan langsung direndam dalam air dingin agar proses pemasakan berhenti dan cangkangnya lebih mudah dikupas.

pewarta: Nurul

editor: Doni