BPD HIPMI Bengkulu Resmi Buka HIPMI Business Plan Competition 2026: Jaring Pengusaha Muda Kreatif Menuju Forbisda
Bengkulu, Poroskeadilan.com – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Bengkulu secara resmi meluncurkan HIPMI Business Plan Competition 2026. Ajang bergengsi ini digelar sebagai bagian dari rangkaian strategis Road to Forbisda 2026, yang bertujuan menjadi inkubator bagi ide-ide bisnis kreatif dan inovatif dari generasi muda di Bumi Rafflesia.
Ketua BPD HIPMI Provinsi Bengkulu, Yosia Yodan, menegaskan bahwa kompetisi ini merupakan komitmen nyata HIPMI dalam mempercepat pertumbuhan rasio wirausaha muda serta mengoptimalisasi potensi ekonomi lokal.
“Melalui ajang ini, kami ingin membuka ruang bagi anak muda untuk menuangkan ide bisnisnya menjadi sesuatu yang nyata dan berdampak. HIPMI hadir untuk mendampingi serta mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru di Bengkulu,” ujar Yosia dalam keterangan resminya.
Kompetisi ini dirancang inklusif untuk menjangkau talenta berbakat di berbagai lini. Berikut adalah detail kepesertaannya:
- Target Peserta: Mahasiswa dan masyarakat umum (Maksimal usia 40 tahun).
- Kategori Usaha: Ide bisnis baru (startup) maupun usaha yang sudah berjalan maksimal 6 bulan.
- Subtema Utama: Industri Kreatif dan Sektor Food and Beverage (F&B).
- Ketentuan Proposal: Maksimal 10 halaman (Format PDF) mencakup konsep bisnis, keunggulan kompetitif, dan analisis potensi pasar.
Proses seleksi akan berlangsung secara intensif sepanjang bulan April 2026 dengan jadwal sebagai berikut:
- Pendaftaran & Pengumpulan Proposal 10 – 20 April 2026
- Pengumuman 10 Besar 21 April 2026
- Presentasi Finalis 22 April 2026
- Pengumuman 5 Besar 23 April 2026
- Puncak Pengumuman Juara 28 April 2026
Tidak hanya sekadar kompetisi, BPD HIPMI Bengkulu menyiapkan dukungan komprehensif bagi para pemenang, di antaranya:
- Total Hadiah Uang Tunai: Hingga Rp10.000.000.
- Penghargaan: Sertifikat eksklusif dan Piala.
- Mentoring Bisnis: Kesempatan mengikuti pembinaan lanjutan bersama mentor bisnis profesional dari jaringan HIPMI untuk memastikan keberlanjutan usaha.
Yosia menambahkan bahwa sektor industri kreatif dan F&B dipilih karena memiliki daya tahan dan peluang ekspansi yang sangat besar di Bengkulu.
“Kami berharap melalui kompetisi ini akan lahir ide-ide segar yang mampu menggerakkan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru di Bengkulu,” tutupnya.