Pesantren Digital dan Mandiri, Arah Baru Pendidikan Islam di Bengkulu Utara

Pesantren Digital dan Mandiri, Arah Baru Pendidikan Islam di Bengkulu Utara

👤 Oleh Redaksi
🕒 April 10, 2026

Bengkulu Utara, Poroskeadilan.com – Nuansa kebersamaan dan kehangatan Syawal terasa begitu kuat di Pondok Pesantren Salafiyah Darussalam Tegal Rejo, Kabupaten Bengkulu Utara, saat Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menghadiri kegiatan halal bihalal, Jumat (10/4).

Momentum silaturahmi ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi ruang mempererat hubungan antara pemerintah, kalangan pesantren, dan masyarakat dalam suasana penuh kekeluargaan.

Dalam sambutannya, Mian mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan untuk kembali merayakan bulan Syawal sekaligus berkumpul bersama masyarakat. Ia menegaskan bahwa halal bihalal memiliki makna lebih dari sekadar seremoni—yakni memperkuat persatuan dan nilai kebersamaan.

“Ini bukan hanya tradisi, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah dan kebersamaan,” ujarnya.

Mian juga memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Pondok Pesantren Salafiyah Darussalam Tegal Rejo dalam mencetak generasi muda yang berkualitas. Ia menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keislaman.

“Kontribusinya sangat besar, tidak hanya untuk Bengkulu Utara, tetapi juga bagi Provinsi Bengkulu,” tambahnya.

Menariknya, pesantren ini dinilai mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Selain mempertahankan nilai-nilai tradisional, lembaga ini juga telah mengintegrasikan teknologi informasi dalam sistem pembelajaran.

Para santriwati di Ponpes Salafiyah Darussalam Tegal Rejo. (Murdani)

Langkah tersebut dinilai sebagai strategi tepat dalam menyiapkan santri menghadapi tantangan era digital yang semakin dinamis.

Tak hanya fokus pada pendidikan, pesantren ini juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Berbagai program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi santri maupun warga sekitar.

Bahkan, pesantren ini telah dideklarasikan sebagai pesantren digital—sebuah bukti bahwa transformasi modern dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai keagamaan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Bengkulu berencana mengembangkan program agribisnis di lingkungan pesantren, termasuk pencetakan sawah. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi pesantren ke depan.

Dalam kesempatan yang sama, turut disalurkan bantuan sosial berupa 150 paket sembako dan 1 ton beras dari Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Baznas Provinsi Bengkulu. Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus memperkuat semangat berbagi di bulan Syawal.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah—baik dari sisi spiritual, pendidikan, maupun ekonomi.

Penulis: Murdani

Editor: Hari Budi