Kolaborasi Polri dan Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Qolam, Upaya Dini Menangkal Radikalisme dan Hoaks di Bengkulu
Bengkulu Utara, Poroskeadilan.com — Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bengkulu memperkuat pendekatan preventif melalui kemitraan strategis dengan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Qolam, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara. Sinergi ini difokuskan pada deteksi dini dan pencegahan berkembangnya paham radikalisme, terorisme, intoleransi, serta penyebaran informasi menyesatkan di ruang publik.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (15/3/2026) itu diikuti unsur pimpinan yayasan, pengasuh pesantren, aparat kepolisian dari Subdit Kamneg Ditintelkam, serta para santri. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan kapasitas lingkungan pendidikan keagamaan dalam menghadapi ancaman ideologi transnasional dan disinformasi.
Pimpinan Ponpes Al-Qolam, Ustaz Isdani Imron, menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi penting dalam membangun ketahanan ideologi di tingkat akar rumput.
“Kami memandang penting sinergi ini sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kemurnian ajaran sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan santri. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan pendidikan,” ujarnya.
Ia juga mendorong peran aktif aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di sekitar lingkungan pesantren serta memperluas edukasi kepada para santri dan pengurus.
Sementara itu, perwakilan Ditintelkam Polda Bengkulu, IPDA Farhan Alfas, S.Kom, menekankan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi strategi utama dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
“Ancaman radikalisme dan hoaks bersifat laten dan adaptif. Karena itu, diperlukan sinergi lintas elemen, termasuk pesantren, sebagai basis penguatan literasi dan ketahanan masyarakat,” kata Farhan.
Menurut dia, peningkatan kesadaran kolektif menjadi kunci dalam menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di tengah dinamika informasi digital yang kian masif.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan pemaparan materi terkait identifikasi dini paham radikal, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan literasi informasi bagi santri. Selain itu, dilakukan aksi sosial berupa pembagian takjil kepada pengguna jalan di kawasan Simpang Empat Desa Giri Kencana sebagai bagian dari pendekatan humanis kepada masyarakat.
Pada akhir kegiatan, Ditintelkam Polda Bengkulu memberikan dukungan simbolis berupa bantuan operasional dan kebutuhan pokok kepada pihak pesantren. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang peran pesantren sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial.
Seluruh unsur pengurus dan santri Ponpes Al-Qolam menyatakan komitmen bersama untuk mendukung langkah kepolisian dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme, terorisme, intoleransi, serta penyebaran hoaks, guna menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Bengkulu.