Lawan Inflasi, Wilayah Sumatera Luncurkan GPIPS 2026
Sumatra, Poroskeadilan.com – Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan persiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-Wilayah Sumatera mengambil langkah proaktif. Melalui kolaborasi erat dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Daerah (TPID), secara resmi diluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Sumatera 2026.
Menjaga stabilitas harga bukanlah tugas tunggal satu lembaga, melainkan hasil dari komitmen kolektif. GPIPS hadir sebagai wadah penguatan ketahanan pangan sekaligus strategi mitigasi terhadap risiko gangguan pasokan yang sering kali dipicu oleh curah hujan tinggi di awal tahun ini.

Program GPIPS tahun ini dirancang untuk menyasar akar permasalahan inflasi di Sumatera melalui tiga pilar kegiatan utama:
- Temuwicara: Ruang diskusi strategis antara regulator, pakar, dan pelaku usaha untuk memetakan solusi atas kendala distribusi pangan di lapangan.
- Business Matching: Menghubungkan langsung produsen (petani/gapoktan) dengan pembeli besar atau pedagang untuk memangkas rantai pasok yang terlalu panjang.
- RAKORPUSDA TPIP–TPID: Rapat koordinasi pusat dan daerah untuk menyelaraskan kebijakan pengendalian inflasi agar tepat sasaran di seluruh provinsi di Sumatera.
Mengingat kondisi iklim tahun 2026 yang diwarnai curah hujan ekstrem, GPIPS memberikan atensi khusus pada penguatan logistik pangan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa distribusi bahan pangan pokok tetap lancar dan stok di pasar tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menyambut momen HBKN dengan tenang tanpa bayang-bayang lonjakan harga.
”Menjaga inflasi bukan kerja satu pihak. Perlu kolaborasi, sinergi, dan komitmen bersama untuk memastikan pangan tetap tersedia dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Sumatera,” ungkap perwakilan Bank Indonesia dalam pembukaan acara.

Melalui gerakan ini, diharapkan angka inflasi di wilayah Sumatera tetap terkendali dalam sasaran nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui ekosistem pangan yang lebih efisien dan terintegrasi.