Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Melandainya Ekonomi Global, IHSG Cetak Rekor Tertinggi
Jakarta, Poroskeadilan.com – Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 24 Desember 2025 menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) nasional tetap terjaga dengan kinerja intermediasi yang solid dan permodalan yang kuat. Kondisi ini dicapai di tengah proyeksi pelandaian ekonomi global pada tahun 2026 dan dinamika kebijakan bank sentral dunia.
OJK mencermati perbaikan ekonomi global meski belum merata. Ekonomi AS tumbuh solid sebesar 4,3 persen (saar) pada kuartal III-2025, sementara Tiongkok masih mengalami perlambatan konsumsi dan kontraksi PMI manufaktur. Menanggapi inflasi yang melandai, The Fed dan Bank of England (BoE) menempuh kebijakan akomodatif dengan memangkas suku bunga masing-masing sebesar 25 bps di Desember 2025. Sebaliknya, Bank of Japan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam tiga dekade.
Di tingkat domestik, ekonomi Indonesia tetap resilien dengan manufaktur yang ekspansif dan neraca perdagangan yang surplus.
Pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan capaian historis. IHSG ditutup pada level 8.646,94, menguat 22,13 persen secara yoy dan membukukan rekor All-Time High (ATH) sebanyak 24 kali sepanjang tahun.
- Likuiditas Tinggi: Rerata Nilai Transaksi Harian (RNTH) Desember 2025 mencapai rekor ATH sebesar Rp27,19 triliun.
- Basis Investor: Jumlah investor pasar modal melonjak 36,95 persen yoy menjadi 20,36 juta investor.
- Penghimpunan Dana: Total Penawaran Umum mencapai Rp274,80 triliun, melampaui target tahun 2025 (Rp220 triliun).
- Bursa Karbon: Mencatatkan 150 pengguna terdaftar dengan akumulasi nilai transaksi Rp87,00 miliar.
Kinerja perbankan tetap tangguh dengan permodalan (CAR) yang sangat tinggi di level 26,05 persen.
- Kredit: Tumbuh 7,74 persen yoy menjadi Rp8.314,48 triliun per November 2025. Kredit Investasi mencatat pertumbuhan tertinggi dalam 10 tahun terakhir sebesar 17,98 persen yoy.
- Likuiditas & Kualitas: Rasio AL/NCD berada di level 131,49 persen (jauh di atas threshold 50 persen). Rasio NPL gross membaik ke level 2,21 persen.
- Judi Online: Sebagai komitmen penegakan hukum, OJK telah meminta perbankan memblokir ±31.382 rekening terkait judi online.
Aset industri asuransi tumbuh 5,96 persen yoy mencapai Rp1.194,06 triliun. Tingkat solvabilitas (RBC) asuransi jiwa (488,69 persen) dan asuransi umum (342,88 persen) terjaga jauh di atas ketentuan minimal 120 persen. Sementara aset dana pensiun tumbuh signifikan 10,72 persen yoy menjadi Rp1.662,16 triliun.
Sektor PVML dan Inovasi Teknologi (ITSK)
- Pinjaman Online (Pindar): Outstanding pembiayaan tumbuh 25,45 persen yoy menjadi Rp94,85 triliun.
- Aset Kripto: Nilai transaksi kripto sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun dengan jumlah konsumen mencapai 19,56 juta orang.
- Regulatory Sandbox: OJK telah meluluskan 4 penyelenggara ITSK dalam proses uji coba, termasuk model bisnis tokenisasi emas dan properti.
Sepanjang tahun 2025, Satgas PASTI telah menghentikan 2.263 entitas pinjaman online ilegal dan 354 investasi ilegal. Melalui Investment Anti-Fraud Solicitor Center (IASC), OJK menerima 411.055 laporan penipuan dengan total dana korban yang berhasil diblokir mencapai Rp402,5 miliar.
Menyongsong tahun 2026, OJK telah menerbitkan sejumlah regulasi kunci (POJK), antara lain:
- POJK No. 32/2025: Mengatur penyelenggaraan Buy Now Pay Later (BNPL).
- POJK No. 35/2025: Relaksasi uang muka kendaraan bermotor hingga 0 persen bagi perusahaan pembiayaan tertentu.
- POJK No. 36/2025: Penguatan ekosistem asuransi kesehatan digital dan medis.
- Penguatan SJK Syariah: Indeks Saham Syariah (ISSI) menguat tajam 43,11 persen ytd.
OJK berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola internal, terbukti dengan raihan nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK sebesar 80,56 (Predikat Terjaga) dan mempertahankan sertifikasi ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan.
🏷️ Tag:
📌 Artikel Terkait
-
-
Lawan Inflasi, Wilayah Sumatera Luncurkan GPIPS 2026🗓️ Februari 12, 2026
-