Kinerja Perbankan Syariah Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, OJK Konsisten Dukung Pertumbuhan Industri

Kinerja Perbankan Syariah Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, OJK Konsisten Dukung Pertumbuhan Industri

👤 Oleh Redaksi
🕒 Desember 12, 2025
🗂️ Ekonomi

Jakarta, Poroskeadilan.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara konsisten terus mendukung pengembangan industri perbankan syariah agar menjadi sektor yang berdaya saing, resilien, dan berkontribusi signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, di Jakarta pada Kamis (11/12).

​Dian Ediana Rae menyatakan bahwa kinerja perbankan syariah terus mencatatkan pencapaian yang membanggakan, menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah berdirinya industri tersebut di Indonesia.

​Total aset perbankan syariah berhasil menembus angka Rp1.028,18 triliun pada Oktober 2025, mencatat pertumbuhan sebesar 11,34 persen secara year-on-year (yoy). Angka ini merupakan nominal tertinggi (all time high) yang pernah dicapai oleh industri perbankan syariah di Tanah Air.

​Pencapaian positif ini juga tercermin pada komponen lainnya:

  1. ​Penyaluran Pembiayaan: Mencapai Rp685,55 triliun, tumbuh 7,78 persen yoy.
  2. ​Dana Pihak Ketiga (DPK): Berhasil dihimpun sebesar Rp820,79 triliun, tumbuh 14,26 persen yoy.

​Baik penyaluran pembiayaan maupun DPK yang dihimpun juga mencatatkan nominal tertinggi selama bank syariah beroperasi di Indonesia. Sejalan dengan ekspektasi membaiknya perekonomian nasional pada akhir tahun 2025, kinerja positif ini diharapkan dapat terus berlanjut.

​Menurut Dian, berbagai pencapaian ini menunjukkan bahwa arah kebijakan pengembangan perbankan syariah berada di jalur yang tepat. OJK terus memastikan implementasi Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023-2027 berjalan optimal untuk mewujudkan industri perbankan syariah yang terakselerasi dan tumbuh secara berkelanjutan.

​“OJK terus memastikan implementasi Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023-2027 akan terus dilakukan untuk mendukung industri perbankan syariah yang terakselerasi dan tumbuh secara berkelanjutan,” kata Dian.

​Kebijakan penguatan struktur industri melalui spin-off dan konsolidasi akan terus didorong sebagai katalis untuk melahirkan bank syariah dengan economic of scale yang lebih memadai. Penguatan ini penting mengingat mayoritas Bank Umum Syariah (BUS) masih berada pada kelompok KBMI 1.

​Dengan skala ekonomi yang lebih besar, bank syariah dapat:

  1. ​Memperluas pembiayaan.
  2. ​Mengembangkan model bisnis yang lebih inovatif.
  3. ​Meningkatkan efisiensi biaya.
  4. ​Memperkuat infrastruktur TI dan kualitas SDM.
  5. ​Skala ekonomi yang memadai akan membuat industri perbankan syariah semakin kontributif terhadap perekonomian nasional.

​Selain penguatan struktur, bank syariah juga didorong untuk semakin agile di tengah persaingan bisnis yang ketat melalui beberapa inisiatif utama:

  1. ​Pemanfaatan uniqueness product syariah.
  2. ​Sinergi dengan Bank Induk.
  3. ​Optimalisasi keuangan sosial syariah.

​Ketiga inisiatif tersebut diharapkan mampu memperkuat karateristik perbankan syariah yang berorientasi pada pembangunan sosial-ekonomi, sekaligus meningkatkan inklusi perbankan syariah bagi seluruh lapisan masyarakat.

​OJK berkomitmen untuk terus mengawal pengembangan perbankan syariah nasional ke depan guna memastikan industri tersebut tumbuh secara berkelanjutan dan sehat. Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.

 

🏷️ Tag: