Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025: Direktur RSKJ Soeprapto Bengkulu Tekankan Pentingnya Akses Layanan Jiwa dalam Kedaruratan
Bengkulu, Poroskeadilan.com – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day) yang jatuh setiap tanggal 10 Oktober, Direktur Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Provinsi Bengkulu, dr. Herry Permana, M.K.M., menyerukan pentingnya perhatian kolektif terhadap kesehatan mental, terutama dalam situasi bencana dan keadaan darurat.
Peringatan tahunan ini menjadi momentum krusial untuk meningkatkan kesadaran publik dan memobilisasi upaya dukungan kesehatan jiwa di seluruh dunia. Merujuk pada tema global tahun 2025, yaitu “Akses ke Layanan: Kesehatan Mental dalam Bencana dan Kedaruratan” (Access to Services: Mental Health in Catastrophes and Emergencies), dr. Herry Permana menegaskan bahwa kesehatan mental adalah fondasi utama bagi kesehatan secara keseluruhan. Jum’at, 10/10/2025.
“Kesehatan mental bukan hanya sekadar absennya penyakit, melainkan kondisi di mana setiap individu menyadari kemampuan dirinya, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal, dapat bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya. Ini adalah hak asasi manusia yang harus dijamin akses layanannya, terutama saat krisis,” Ujar dr. Herry Permana.
Peningkatan Layanan dan Isu Kedaruratan
Dr. Herry menyoroti bahwa dampak dari bencana alam, konflik, maupun krisis kesehatan dapat memicu atau memperburuk kondisi kesehatan mental di masyarakat.
1. Integrasi Pelayanan: RSKJ Soeprapto berkomitmen untuk terus berbenah dan memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk peserta BPJS Kesehatan dan anak berkebutuhan khusus, dapat mengakses layanan kesehatan jiwa yang promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
2. Kesiapan Menghadapi Krisis: Pihaknya juga menekankan pentingnya mempersiapkan tim dan sistem untuk memberikan Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial (DKMP) yang cepat dan tepat bagi korban bencana di Provinsi Bengkulu.
3. Tingkatkan Kesadaran: Masyarakat diimbau untuk tidak ragu mencari pertolongan profesional jika menghadapi kesulitan dalam mengelola stres atau gejala gangguan mental. Dukungan dari lingkungan terdekat sangat penting untuk menghilangkan stigma dan mempercepat pemulihan.
“Sebagaimana filosofi yang tercermin dalam visualisasi pohon yang tumbuh di dalam kepala, kesehatan mental adalah tentang pertumbuhan, ketahanan, dan harapan. Dengan menjaga pikiran kita tetap sehat dan positif, kita akan lebih mampu menghadapi tantangan hidup,” tutup dr. Herry Permana. (Mr)
📌 Artikel Terkait
-
APKLI-P Temui Menteri UMKM: Usul Reformasi KUR Menjadi MUPP🗓️ Februari 4, 2026
-
Helmi Hasan Tegaskan Komitmen Bengkulu Jalankan Program Presiden🗓️ Februari 3, 2026
-