ย  ย  Moment HUT RI Ke-80, SMPN 1 Ngadiluwih Tekankan Pentingnya Nilai Kemerdekaan

Moment HUT RI Ke-80, SMPN 1 Ngadiluwih Tekankan Pentingnya Nilai Kemerdekaan

๐Ÿ‘ค Oleh Redaksi
๐Ÿ•’ Agustus 6, 2025
๐Ÿ—‚๏ธ NASIONAL

Poroskeadilan.com – Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, menekankan pentingnya menanamkan makna kemerdekaan kepada seluruh siswa dan tenaga pendidik.

Kepala SMPN 1 Ngadiluwih, Heri Susanto, SPd, dalam amanatnya menyampaikan bahwa kemerdekaan bukan hanya hasil perjuangan fisik di masa lalu, tetapi kini harus diwujudkan melalui perjuangan di bidang pendidikan dan karakter.

โ€œAnak-anak, saat ini kita tidak lagi mengangkat senjata. Perjuangan kalian adalah dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga akhlak, dan menjadi generasi yang membawa kemajuan bagi bangsa,โ€ tegas Heri Rabu 6/8/2025.

Heri juga menyampaikan harapannya agar siswa-siswi SMPN 1 Ngadiluwih tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme dan semangat gotong royong.

โ€œKami berharap anak-anak kami tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, cinta tanah air, dan siap melanjutkan cita-cita para pahlawan. Mari isi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif yang berguna untuk diri sendiri, keluarga, dan bangsa,โ€ ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa harus dijaga dan diisi dengan kontribusi nyata dari setiap generasi.

Di akhir amanatnya, Heri Susanto menitipkan pesan moral kepada seluruh siswa agar tidak melupakan sejarah dan tetap menjaga nilai-nilai kebhinekaan serta toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

โ€œHargai perbedaan, hormati guru dan orang tua, serta terus gali potensi diri kalian. Kalian adalah harapan masa depan bangsa ini. Jangan pernah sia-siakan kemerdekaan yang telah diberikan dengan pengorbanan darah dan air mata,โ€ pungkasnya.

Peringatan HUT RI ke-80 di SMPN 1 Ngadiluwih juga akan dimeriahkan dengan berbagai lomba tradisional seperti tarik tambang, balap karung, dan pawai budaya yang melibatkan seluruh siswa dan guru, menciptakan suasana meriah dan penuh semangat nasionalisme.(*)